Tampilkan postingan dengan label pengusaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengusaha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2020

IDE BISNIS - Tugas Kewirausahaan

Memilih ide yang akan digunakan untuk memulai wirausaha memang selalu bisa membuat bingung. Padahal ide adalah cikal bakal dari konsep usaha yang akan kita bangun. Inilah alasan mengapa ide dalam bisnis itu penting. Mendapatkan ide baru dalam berbisnis memang sangat menguntungkan. Memilih ide yang tepat dapat membawa kita menuju sumber bisnins yang menjanjikan. Apalagi jika sebuah ide dipadukan dengan peluang usaha yang ada, bisa jadi bisnis yang dirintis akan cepat berkembang dan lebih maju.

APA IDE BISNIS ITU?

   Ide merupakan sebuah konsep dan gagasan dari hasil pemikiran seseorang. Dalam dunia usaha ide merupakan suatu gagasan yang digunakan sebagi rancangan awal sebuah bisnis untuk menentukan arah kedapan usaha tersebut supaya dapat maju dan berkembang. Memilih ide untuk berbisnis sama halnya memilih jalan yang akan ditempuh. Jalan tersebutlah yang akan membawa kita untuk mencapai tujuan tertentu. Jika salah memilih jalan, maka secara otomatis tujuan yang akan dicapai tidak akan dapat terealisasikan. Atau bisa di artikan juga ide Bisnis adalah respon seseorang atau banyak orang. Atau suatu organisasi untuk memecahkan masalah yang jelas, Atau untuk memenuhi kebutuhan yang dipersiapkan disebuah lingkungan.

SUMBER-SUMBER IDE BISNIS

1. Sumber Ide dari Pekerjaan
Suatu pekerjaan yang pernah anda tekuni pada waktu yang lalu dapat dijadikan sebagai salah satu sumber ide. Dengan menggali apa yang sudah anda lakukan dalam pekerjaan sebelumnya, dapat menghasilkan ide bisnis yang bagus. Anda dapat menggunakan ide bisnis tersebut untuk merancang dan mengkonsep usaha apa yang akan anda mulai.
Misalkan jika anda pernah bekerja disebuah restoran. Maka secara tidak langsung anda sudah belajar dan mendapatkan kemampuan dalam dunia usaha kuliner. Tinggal anda mempraktekkan ilmu yang sudah didapat dari pekerjaan sebelunya untuk memulai dan mecoba sebuah usaha. Anda dapat mendirikan rumah makan, kedai, warung makan atau bahkan restoran sendiri.

2. Sumber Ide dari Kemampuan
Kemampuan yang anda miliki bisa anda dapatkan dari hasil belajar. Coba ingat-ingat hal apa saja yang pernah anda pelajari sebelumnya. Proses pembelajaran tidak hanya datang dari pendidikan formal seperti sekolah saja, namun juga bisa datang dari luar pendidikan non-formal seperti kursus dan pelatihan. Semua hal yang pernah anda pelajari dapat anda gunakan sebagai rujukan sumber ide untuk berbisnis. Kemampuan yang anda kuasai bisa menjadi pondasi yang kuat jika dijadikan sebagai acuan untuk memulai dan menekuni bisnis.
Sebagai contoh, pada masa lalu anda pernah mengikuti kursus menjahit. Anda dapat memanfaatkan kemampuan yang anda miliki tersebut sebagai pondasi awal dalam memuai usaha. Tidak harus menjadi seorang penjahit. Anda dapat mengembangkannya untuk menjadi seorang desainer pakaian dan membuka butik sendiri. Bisa juga anda mendirikan bisnis konveksi dalam dunia fashion. Selain itu usaha yang masih relevan dengan kemampuan yang anda miliki tersebut adalah dengan membuka toko fashion dan mode karena anda sudah memiliki dasar untuk dapat menganalisa kualitas produk yang anda jual.

3. Sumber Ide dari Hobi dan Minat
Jadikan hobi dan minat yang anda sukai sebagai sumber ide untuk berbisnis. Menggeluti bisnis yang memiliki latar belakang hobi atau minat yang kita sukai dapat membuat anda nyaman dalam menjalaninya. Berbisnis yang sangat kita sukai akan terasa seperti anda sedang bermain-main namun mendapatkan uang. Umumnya orang yang menekuni bisnis dalam bidang yang berlandaskan hobi tidak mudah bosan. Malahan akan tambah bersemangat untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan usaha tersebut.
Misalkan seseorang yang memiliki hobi bercocok tanam. Seperti pepatah yang mengatakan “sambil menyelam minum air”. Ia dapat menyalurkan hobinya tersebut sekaligus untuk mendapatkan penghasilan. Bisa menjadi petani produk agriculture tertentu atau membuat produk pangan organik. Dengan menjalani bisnis yang didasari hobi, maka ia tidak akan terasa seperti halnya orang bekerja. Ia akan lebih menikmati bisnisnya dan tidak akan cepat jenuh dalam melakukannya.

4. Sumber Ide dari Pengalaman
Pengalaman merupakan guru terbaik untuk dijadikan sebagai sumber ide bisnis yang inspiratif. Pengalaman yang digunakan sebagai sumber ide bisnis tidak hanya datang dari pengalaman pribadi saja, namum bisa juga anda gunakan pengalaman yang pernah dialami orang lain sebagai sumber ide bisnis tersebut. Biasanya pengalaman buruk akan mendapat kesan tersendiri dan sulit untuk dilupakan. Pengalan yang buruk bukan berarti harus dihindari, namun harus dipelajari supaya terhindar dari kesalahan yang berulang. Dalam mempelajari dan mencari pemecahan masalah inilah kemudian memicu munculnya ide brilian yang dapat diguanakn sebagai lahan bisnis.
Sebagai contoh anda pernah mempunyai pengalaman buruk ketika akan bepergian kesuatu tempat menggunakan angkutan antar jemput dengan fasilitas yang tidak memadai dan pelayanan yang sangat tidak memuaskan. Padahal usaha dalam bidang jasa harus mengedepankan pelayanan kepada konsumen. Bermodalkan pengalaman buruk tersebut anda dapat mendirikan usaha perjalanan angkutan antar jemput dengan fasilitas lebih dan pelayanan yang lebih ramah kepada konsumen.

5. Sumber Ide dari Pengamatan
Siapa sangka pengamatan yang anda lakukan dapat memberikan bermacam-macam sumber ide untuk memulai bisnis. Dengan mengamati apa yang terjadi di sekitar, kita dapat mengetahui peluang usaha dengan berupa berbagai macam kebutuhan pasar yang belum terpenuhi. Dari hasil pengamatan tersebut kita dapat menangkap peluang untuk dijadikan sebagai lahan bisnis. Kemampuan menganalisa dan menangkap peluang merupakan ketrampilan dasar yang harus dikuasai oleh seorang wirausahawan.
Misalnya, dari hasil pengamatan yang dilakukan anda melihat banyaknya pasangan rumah tangga yang berkarir sehingga mereka kekurangan waktu untuk mengurus rumah dan mengasuh anak. Dari hasil pengamatan tersebut anda dapat menangkap peluang untuk mendirikan biro jasa penyaluran tenaga asisten rumah tangga yang legal. Dengan ide bisnis tersebut, anda dapat mendapatkan ladang bisnis dalam bidang jasa sekaligus membantu orang lain.


Berikut ini ada tiga cara untuk menumbuhkan ide-ide bisnis yang menguntungkan. 

  1. Berkomunikasi secara teratur dengan kalangan bisnis dapat menimbulkan ide-ide baru dalam benak Anda. Ada banyak sumber untuk bertemu kalangan bisnis: seminar, chatroom, discussion board, pameran perdagangan, dan lain-lain. Membagikan pengetahuan Anda, mengajukan pertanyaan, dan menerima informasi baru akan menstimulasi otak Anda. Anda akan bisa menggabungkan semua informasi itu untuk menciptakan ide-ide bisnis yang menguntungkan.
  2. Kalau Anda tidak begitu mahir berkomunikasi, cobalah membaca. Membaca dapat pula memberikan inspirasi. Bacalah buku, majalah, ebook, website, jurnal, surat kabar, dan lain-lain. Otak Anda akan melahirkan ide-ide yang menguntungkan dengan menyerap dan mengatur semua data ini secara teratur.
  3. Tidak punya waktu untuk membaca? Anda dapat mendengarkan kaset/CD berisi ide-ide bisnis, seminar, dan kursus. Dengarkan lewat player mobil Anda, lewat tape biasa, walkman, atau CD-man. Dan juga, dengarkan stasiun radio yang sering mengupas masalah bisnis. Ini akan membantu Anda menghemat waktu dan sekaligus memunculkan ide-ide bisnis yang menguntungkan.

Bagaimana cara menimbulkan ide itu?
Ide yang berpeluang usaha bisa didapatkan dari hal-hal seperti
1.Cita-cita.
   Peluang bisa muncul dari citaa-cita Anda sendiri

2. Tekanan.
    Bila seseorang menghadapi tekanan maka banyak gagasan yang mucul.

3. Kecenderungan pasar.
    Mengamati kebutuhan konsumen di pasar dapat menimbulkan peluang bisnis.

4. Inovasi baru.
  Gagasan untuk menciptakan produk baru timbul karena adanya kebutuhan, sementara produk itu belum ada di pasaran.

5. Komplemen dari produk yang ada.
 Sebuah produk dapat memberikan peluang bisnis dengan membuat produk-produk yang melengkapinya, biasanya berupa aksesori.

6. Peristiwa yang digemari atau munculnya tokoh.
    Suatu peristiwa bisa menimbulkan peluang baru.

7. Wawasan.
  Orang yang wawasannya luas, pergaulannya luas dan dia mau berpikir, maka akan menemukan peluang bisnis.

8. Bahan bacaan.
  Membaca, selain menambah wawasan dan pengetahuan, juga bisa menimbulkan gagasan yang mengandung peluang bisnis.

9. Ide yang muncul tiba-tiba.
    Kadang kala gagasan bisa muncul tiba-tiba, di mana saja dan kapan saja.

Untuk lebih jelasnya saya sertakan video dalam artikel ini;



Sekian artikel yang saya bagikan semoga bermanfaat
By; Grevi Yulika

Kamis, 04 Juni 2020

BUSINESS PLAN (RENCANA BISNIS) - Tugas Kewirausahaan

Business Plan (BP)

Pengertian Business plan (Rencana bisnis) 

   Rencana bisnis adalah dokumen tertulis yang menjelaskan secara terperinci bagaimana suatu bisnis akan mencapai tujuannya. Biasanya rencana bisnis ini dibuat oleh bisnis baru. Di dalamnya menjabarkan rencana tertulis dari sudut pandang pemasaran, keuangan, dan operasional.

   Mengutip dari Investopedia (22/5/2019), Rencana bisnis adalah alat mendasar yang dibutuhkan bisnis startup sebelum memulai operasinya. Biasanya, bank dan perusahaan modal ventura membuat rencana bisnis yang layak sebagai prasyarat untuk investasi dana dalam bisnis.

   Meskipun mungkin berhasil, beroperasi tanpa rencana bisnis bukanlah ide yang baik. Bahkan, sangat sedikit perusahaan yang dapat bertahan. Jelas ada lebih banyak manfaat untuk menciptakan dan tetap berpegang pada rencana bisnis termasuk mampu memikirkan ide-ide tanpa memasukkan terlalu banyak uang ke dalamnya dan, pada akhirnya, kehilangan pada akhirnya. Rencana bisnis penting untuk memungkinkan perusahaan untuk menetapkan tujuan dan menarik investasi. Mereka juga merupakan cara bagi perusahaan untuk tetap berada di jalur yang benar.

   Rencana bisnis yang baik harus menguraikan semua biaya dan kejatuhan dari setiap keputusan yang diambil perusahaan. Rencana bisnis, bahkan di antara para pesaing dalam industri yang sama, jarang identik. Tetapi mereka semua cenderung memiliki elemen yang sama, termasuk ringkasan eksekutif dari bisnis dan termasuk deskripsi rinci tentang bisnis, layanan dan / atau produknya. Ini juga menyatakan bagaimana bisnis bermaksud untuk mencapai tujuannya.

   Rencana tersebut harus mencakup sekurang-kurangnya ikhtisar industri di mana bisnis akan menjadi bagian, dan bagaimana ia akan membedakan dirinya dari pesaing potensial.


Manfaat Business plan/Rencana bisnis 


1.  Anda akan tetap berada pada strategi anda.
Adalah sulit untuk tetap bertahan pada strategi anda, melihat rutinitas dan gangguan sehari-hari. Tetapi anda bisa melihat kembali strategi perusahaan anda dari business plan yang telah anda buat.

2.  Tujuan bisnis menjadi lebih jelas.
Gunakan lah rencana anda untuk mendefinisikan dan mengelola tujuan bisnis yang dapat diukur, seperti jumlah pengunjung website anda, jumlah penjualan, margin, atau peluncuran produk baru,

3.  Perkiraan anda akan menjadi lebih baik. 
Gunakan rencana anda untuk memperbaiki perkiraan anda tentang masalah seperti potensi pasar, penjualan, biaya penjualan, dan sebagainya.

4.  Prioritas anda akan lebih masuk akal.
Disamping dari strategi, anda harus membuat prioritas terhadap bisnis anda seperti pertumbuhan perusahaan, kesehatan keuangan dan manajemen. Gunakan business plan anda untuk menentukan masalah ini.

5.  Anda akan memahami interdependensi.
Gunakan rencana bisnis anda untuk melacak apa yang perlu dilakukan dan dengan urutan yang bagaimana.

6.  Milestone akan membuat anda tetap pada jalur
Gunakan rencana anda untuk melacak tanggal dan tenggat waktu pada suatu tempat.

7.  Pendelegasian anda akan lebih baik.
Business plan merupakan tempat yang ideal untuk mengklarifikasi siapa yang bertanggung jawab dan untuk apa.

8.  Mengelola anggota tim dan melacak hasilnya akan menjadi lebih mudah
Rencana bisnis merupakan format yang bagus untuk mendapatkan hal-hal dalam menulis dan menindaklanjuti perbedaan antara ekspektasi dan hasil yang didapatkan, dengan koreksi tertentu.

9.  Anda dapat lebih baik merencanakan dan mengelola arus kas.
Perencanaan arus kas merupakan cara yang bagus untuk menyatukan perkiraan penjualan, biaya, pengeluaran, aset yang ingin anda beli, dan utang yang harus anda bayar.

10.  Koreksi tertentu akan menjaga bisnis anda dari kegagalan.
Memiliki rencana bisnis memberi anda cara untuk proaktif – bukan reaktif – tentang bisnis

Prinsip Business plan  (Rencana bisnis)


1) Fokus, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi tertentu serta dengan tujuan yang jelas sehingga kita bisa fokus untuk mencapai tujuan.
2) Rasional dan faktual, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada.
3) Berkesinambungan dan estimasi, artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa depan.
4) Prepare dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi.
5) Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, namun rinci, serta dapat dilaksanakan.

   Dalam membuat rencana bisnis, seseorang atau sebuah tim biasanya melakukan brainstorming. Dalam kegiatan ini semua ide dikeluarkan untuk kemudian dikumpulkan dan dipilih yang paling mungkin untuk dilaksanakan. Dalam brainstorming ini dibutuhkan daya eksplorasi yang bebas, tidak dibatasi pertimbangan biaya atau kemampuan. Namun kadang hal ini memicu perdebatan, karena isi otak seseorang berbeda dengan orang lain. Sehingga pemahaman kita juga belum tentu dapat dimengerti oleh orang lain. Untuk itu, kita memerlukan bahasa penyampaian yang mudah dimengerti oleh banyak orang.

   Dalam memulai bisnis, seperti kita ketahui, perlu ada perencanaan yang matang. Sebelum mulai menyusun rencana bisnis, kita perlu mengetahui informasi-informasi yang berhubungan. Hal ini penting, karena dalam menjalankan bisnis, kita harus punya panduan. Apalagi jika ke depannya kita akan berhubungan dengan banyak pihak lain, misalnya investor atau pihak bank. Semua hal yang kita lakukan dan presentasikan di depan para investor haruslah mengacu pada panduan tersebut. Rencana bisnis inilah kunci keberhasilan komunikasi kita dengan investor. Sebagai alat komunikasi, rencana bisnis menentukan apakah usaha kita layak atau tidak layak didukung.

   Dalam rencana bisnis, menjadi idealis memang boleh. Namun, jangan lupa bahwa yang terpenting kita perlu menunjukkan letak kekuatan bisnis kita, bahwa usaha yang kita jalani memiliki prospek yang cerah. Gunakanlah bahasa yang sampai di telinga para kalangan investor. Bahasa yang dimaksud adalah bahasa yang dapat ‘merayu’ investor atau kalangan perbankan. Kita perlu menyadari bahwa bisnis bukan hanya sekadar masalah untung-rugi. Para investor ingin mengetahui bahwa bisnis kita punya prospek, bahwa resiko untung-ruginya dapat diukur dan diperkirakan.

   Namun, rencana bisnis plan sebenarnya tidak hanya dibuat untuk ditujukan pada para investor. Rencana bisnis penting untuk menjadi panduan kita sendiri dalam melakukan segala rencana dan pelaksanaan usaha, agar setiap pelaksanaan dapat terarah, tidak keluar jalur, dapat dipertanggunjawabkan, diukur, dan dievaluasi kembali. Apalagi untuk jenis usaha kreatif yang idenya terbilang baru. Usaha semacam ini memiliki risiko pergeseran konsep. Dalam prosesnya, akan ada banyak campur tangan berbagai pihak yang menginginkan ini-itu. Berbagai kepentingan dari banyak pihak bisa jadi mengganggu konsep utamanya. Di sinilah rencana bisnis bermanfaat, yakni sebagai alat yang menjaga koridor gerak usaha. Ini adalah tantangan bagi para enterpreneur muda, yakni untuk menjelaskan pada semua pihak agar mereka memiliki perspektif yang sama dengan yang kita miliki.

   Sebuah rencana bisnis haruslah matang, terarah, namun tetap sederhana dan mudah dipahami orang lain. Untuk membuatnya, berikut ini adalah tips-tips yang perlu Anda terapkan :
  • Rencana bisnis harus mudah dimengerti, memiliki 1 tujuan, dan tercapai dengan cepat.
  • Menggunakan sedikit kalimat, tidak hanya singkat tapi juga efisien.
  • Memiliki tujuan jelas, hanya menyampaikan fakta dan ide yang relevan.
  • Menarik, mudah dimengerti, serta menggunakan gambar dan grafik.
  • Menggunakan kata-kata yang sederhana dan disusun dengan model percakapan atau komunikasi interaktif.
  • Membawa nuansa optimis dan positif.
  • Mengarahkan keputusan pembaca, menegaskan itikad baik, serta mendemonstrasikan pengetahuan dan skill.
  • Hindari membuat pernyataan yang tidak mendukung fakta.
  • Bersifat obyektif dan dibuat berdasarkan data-data nyata dan akurat serta sumber informasi yang berkualitas.

Komponen Business plan (Rencana bisnis) 
1. Konsep Bisnis
  • Mendeskripsikan produk
  • Identifikasi pasar, konsumen target, dan data ekonomi tentang permintaan
  • Persaingan dan analisis pasar lengkap
  • Strategi pemasaran yang jelas
  • Informasi lokasi bisnis, kantor, outlet, dan jasa
  • Manajemen, karyawan yang diperlukan
2. Dukungan Keuangan
  • Kebutuhan keuangan dan sumber modal, utang, dan posisi kekayaan pemilik
  • Dokumen pendukung rencana keuangan:
- Laporan keuangan yang direncanakan
- Laporan arus kas yang direncanakan
- Neraca yang direncanakan
- Analisis pengembalian modal

3. Informasi Lain-lain
  • Survei konsumen, informasi pasar, ramalan permintaan, dan penjualan
  • Data tentang pemilik, wirausahawan yang terlibat, dan manajer ahli
  • Informasi tambahan tentang pembelian, pemasok dan harga
  • Rencana tempat kedudukan usaha, layout, bahan-bahan produksi, dan kebutuhan peralatan
  • Laporan kredit, penawaran, kontrak, dan lampiran lain yang diperlukan oleh penyandang dana
Didalam pembuatan artikel ini saya menambahkan video business plan (perencanaan bisnis). Berikut video yang saya buat : 



Selasa, 14 April 2020

BUSINESS MODEL CANVAS - Tugas Kewirausahaan


Dalam dunia bisnis pastinya ada beberapa orang yang mengoperasikan kegiatan usaha agar terus berjalan. Dan dari hal itu, bisnis juga memerlukan strategi, manajemen, maupun sistem yang mempermudah orang-orang di dalamnya untuk bekerja secara efektif dan sesuai tujuan yang dimiliki perusahaan. Dari banyaknya model bisnis ada salah satu model yang terbukti efektif dan sering diterapkan itu adalah bisnis model canvas.

A. DEFINITION OF A BUSSNINES MODEL ( DEFINISI MODEL BISNIS )

Model bisnis adalah suatu cara yang paling mudah dan sederhana untuk mengggambarkan bisinis yang kita pikirkan. Biasanya model bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah perusahaan menciptakan nilai-nilai sosial, ekonomi atau bentuk nilai lainnya.
Model bisnis juga merupakan salah satu inti utama dari perusahaan karena sebuah perusahaan harus memiliki cara untuk mendapatkan profit yang digunakan untuk bertahan hidup dan juga dapat digunakan untuk investasi jangka panjang.


B. THE BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)

Business Model Canvas adalah sebuah strategi dalam manajemen yang berupa visual chart yang terdiri dari 9 elemen untuk membantu perencanaan bisnis sebelum dibentuk. Dengan kesembilan elemen ini, sebenarnya kita sudah bisa memvalidasi apakah satu ide bisnis itu potensial atau tidak.
Konsep bisnis model canvas mengandalkan gambar-gambar ide sehingga setiap orang memiliki pemahaman yang sama dan riil terhadap tipe-tipe konsumen mereka, pengeluaran biaya, cara kerja perusahaan dan sebagainya. Oleh karena itu, membuat bisnis model canvas adalah hal paling awal yang biasanya dibutuhkan seorang pengusaha pemula.
Model bisnis ini pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation. Dalam buku tersebut, Alexander mencoba menjelaskan sebuah framework sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis.

C. THE 9 BUILDING BLOCKS

Di dalam bisnis model canvas, ada 9 elemen atau juga biasa di sebut blok penting yang akan dibahas satu-persatu di bawah ini. 9 panduan ini penting untuk mengarahkan kita dalam menentukan system kerja perusahaan sekaligus memeriksa apakah aktivitas perusahaan sudah berjalan sesuai system. Berikut deskripsi dan panduan mengisi secara mudah kesembilan blok yang ada dalam bisnis model canvas :

1.       Customer Segments
Elemen pertama yang harus kita miliki dalam memulai business model canvas ini adalah menentukan segmen pelanggan mana yang akan menjadi target bisnis kita. Bagian ini akan menjelaskan siapa pelanggan potensial dari produk kita. Bisa juga berisi profil orang yang memiliki masalah yang akan dipecahkan oleh bisnis kita. Untuk model bisnis ecommerce yang berkembang sekarang ini, customer segment mencakup si penjual barang dan pembeli.

2.       Value Proposition
Elemen ini merupakan penjelasan dan rincian dari  keunggulan produk, dan apa saja sebenarnya poin-poin yang bisa mendatangkan manfaat yang ditawarkan perusahaan bagi target pelanggannya. Hal ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menjabarkan kekuatan dan keunggulan yang membedakan bisnis kita dengan bisnis yang lain, atau keunikan usaha kita sendiri.

3.       Channels
Chanel merupakan alat atau media yang digunakan untuk pemasaran produk kita. Melalui penggunaan channels atau alat pemasaran yang tepat, kita baru bisa menyampaikan value propositions kepada customer segments. Misalnya, kita bisa memasarkan bisnis lewat media sosial, brosur, website, dan lain-lainnya.

4.       Customer Relationships
Jika channel lebih banyak menjangkau orang yang belum tahu produk Anda, maka customer relationship adalah kebalikannya. Kita harus tahu bagaimana cara bisnis kita agar bisa terus keep in touch dengan para pelanggan. Maksudnya perusahaan kita harus menjalin ikatan dengan pelanggannya secara intens. Bentuknya pun bisa sangat beragam, mulai dari newsletter, layanan after sales, dan sejenisnya.

5.       Revenue Streams
Revenue streams ini merupakan bagian yang paling vital, di mana perusahaan atau usaha memperoleh pendapatan dari pelanggan. Elemen ini harus dikelola semaksimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan bisnis. Jangan sampai ada bahan baku, produk, atau kinerja yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu juga sebagai bagian untuk mendatangkan keuntungan yang besar.

6.       Key Resource
Key resource atau sumber daya ini merupakan elemen dalam business model canvas yang berisikan daftar sumber daya yang sebaiknya direncanakan dan dimiliki perusahaan. Tujuannya untuk mewujudkan value proposition mereka. Semua jenis sumber daya, mulai dari pengelolaan bahan baku, penataan sumber daya manusia, dan penataan proses operasional harus kita perhatikan saat membuat model bisnis. Sebab, hal ini akan berdampak pada jangka panjang di bisnis kita.

7.       Key Activities
Key activities ini merupakan semua aktivitas yang berhubungan dengan produktivitas bisnis, yang ada kaitannya juga dengan sebuah produk. Dimana kegiatan utamanya adalah menghasilkan proposisi nilai. Jadi, pada dasarnya, elemen ini  menjelaskan bagaimana kita bisa menciptakan value preposition perusahaan dengan melakukan beberapa aktivitas. Supaya produk atau jasa kita lebih dikenal dan diterima banyak orang.

8.       Key Partnership
Elemen ini berfungsi untuk pengorganisasian aliran suatu barang atau layanan lainnya. Posisi-posisi partner kunci tersebut bermanfaat untuk efisiensi dan efektivitas dari key activities yang telah dibuat. Sederhananya dalam sebuah bisnis, kita membutuhkan partner kerja yang mendukung perusahaan kita. Jika sampai saat ini kita belum menemukan keunikan dari produk/jasa kita dikarenakan kurangnya networking, kita membutuhkan partner kerja yang dapat membantu mencapai value proposition. Dalam konteks bisnis, mitra bisa berupa supplier, vendor, agensi, dan sejenisnya.

9.       Cost Structure
Elemen terakhir yang juga tidak kalah pentingnya dengan kedelapan elemen lainnya yaitu struktur pembiayaan bisnis atau cost structure. Mengelola biaya secara efisien akan membuat bisnis yang dijalani menjadi lebih hemat dan bisa meminimalkan risiko kerugian. Hal ini juga bisa menentukan proposisi nilai yang tepat untuk pelanggan. Karena itu, pastikan kita membuat laporan keuangan yang tepat dan sesuai untuk bisnis kita.

D. CONTOH BISNIS MODEL CANVAS BISNIS SEPATU

Berikut contoh BMC dari rencana bisnis sosial OurShoes. Usaha OurShoes bertujuan untuk memproduksi dan menjual beraneka ragam jenis sepatu. Berikut model bisnis canvasnya.


By; Grevi Yulika

Rabu, 08 April 2020

Strategi Pengembangan Produk - Tugas Kewirausahaan


   Seiring perkembangan jaman yang bisa dibilang semakin maju setiap detiknya, tentunya dalam dunia bisnis kita tidak bisa hanya diam berdiam diri dan hanya mengandalkan produk yang itu itu saja, semua itu diperlukan inovasi dan perubahan guna mengikuti perkembangan saat ini. Dari hal tersebut maka sangatlah penting buat orang yang berjiwa bisnis utuk mengerti apa yang di maksud dengan “Strategi Pengembangan Produk Baru”. Karena pada saat salah satu ataupun beberapa produk yang sedang dipasarkan itu berada pada tahap puncaknya , maka pengusaha haruslah mulai memanfaatkan keuntungan yang diperolehnya dari produk yang berada pada tahap tersebut untuk mengembangkan ide penciptaan produk baru. Produk baru inilah yang diharapkan nantinya dapat menggantikan produk lama yang sedang jaya tersebut.

A.    APA ITU PENGEMBANGAN PRODUK?

   Dalam dunia bisnis dan marketing, istilah pengembangan produk (product development) sudah lazim dibicarakan, dibahas dan dianalisis. Secara umum, pengembangan produk dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan perusahaan untuk menambah manfaat, ciri, desain dan layanan pada barang dan jasa. Dari banyak teori para ahli di bidang bisnis tentang tujuan pengembangan produk ,bisa saya ambil intinya yaitu untuk mengembangkan bisnisnya guna keuntungan yang lebih maksimal.

B.    STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK

   Strategi pengembangan produk adalah bagian dari strategi korporasi (corporate strategy). Dalam strategi pengembangan produk terdapat potensi keuntungan maupun risiko dari aktifitas pengembangan produk, dan banyak faktor yang   menyebabkan suatu organisasi mempertimbangkan melakukan pengembangan produk baru. Hampir semua organisasi menemukan bahwa pendekatan strategi managerial  pada aktifitas pengembangan produk baru akan meningkatkan peluang keberhasilan dan juga meminimasi biaya dan risiko. Ada dua pendekatan dalam menjalankan strategi pengembangan produk, yaitu sebagai berikut :

1.    Strategi proaktif (proactive strategy)

   Strategi pengembangan produk yang dilakukan untuk mengantisipasi kondisi di masa depan. Pengembangan produk dimulai dari perusahaan sendiri. Beberapa bentuk dari strategi proaktif, yaitu sebagai berikut :

a. Penelitian dan Pengembangan (Research and Development)
  Strategi ini menempatkan perusahaan untuk terus berusaha mengembangkan produknya secara teknis. Hal  tersebut kemudian membuahkan hasil dengan banyaknya inovasi atas produk yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam jangka waktu yang cepat dibandingkan dengan pesaing – pesaingnya.

b. Pemasaran(Marketing)
   Strategi ini menempatkan konsumen sebagai pertimbangan pertama dalam membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Strategi tersebut bisa dilakukan dengan mengadakan survey skala besar mengenai produk apa yang  dibutuhkan oleh konsumen baik secara langsung kepada konsumennya, maupun secara tidak langsung dengan membaca data penjualan produk yang memiliki peringkat tertinggi. Data –data tersebut digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan produk yang selalu sesuai dengan kebutuhan konsumen.

c. Pengusaha (Entrepreneurial)
  Strategi ini memberi kesempatan kepada seorang pengusaha (entrepreneur) untuk mewujudkan idenya dengan membuat divisi tersendiri dan mengumpulkan sumbernya.  Strategi ini dilaksanakan pada perusahaan yang sudah besar dan mapan. Biasanya strategi ini ada pada perusahaan yang sudah besar dan produk – produk yang dihasilkannya pun  sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen, handal, inovatif, dll. Kemudian,  perusahaan ini dituntut untuk terus menciptakan atau mengembangkan produk yang dapat menjadi kiblat atau trendsetter produk di dunia.  Dengan segala kemapanan yang dimiliki, perusahaan ini menciptakan suatu bagian yang khusus memperkerjakan pegawai – pegawai berjiwa inventor, kreatif, dan berfikir secara tidak biasa  (think-out-of-the-box) yang ditugaskan untuk menciptakan atau mengembangkan produk yang dapat menjadi kiblat atau  trendsetter dunia. Hal ini menghasilkan kesuksesan dengan hadirnya produk perusahaan tersebut yang kemudian menjadi kiblat atau trendstetter untuk produk sejenisnya.

d.  Akuisisi (Acquisition)
  Strategi ini melibatkan perusahaan untuk mengambil alih atau membeli perusahaan lain yang menghasilkan suatu produk yang sama sekali baru bagi perusahaan atau bahkan bagi pasar.

2.    Strategi reaktif (reactive strategy)

Strategi pengembangan produk yang dilakukan sebagai respon dari kondisi pasar atau pesaingnya. Beberapa bentuk dari strategi reaktif, yaitu sebagai berikut :

a. Strategi defensif (defensive strategy)
   Strategi ini dilakukan dengan menciptakan suatu aksi untuk melindungi perusahaan terhadap produk baru yang dikeluarkan pesaing yang meraih sukses di pasar.

b. Strategi imitatif (Imitative strategy)
   Strategi ini dilakukan dengan meniru produk baru dengan cepat sebelum produk tersebut mendapat pasaran yang kuat.

c. Strategi second-but-better
   Strategi ini dilakukan dengan sebelumnya menunggu hasil pemasaran produk baru dari pesaingnya; lalu tidak hanya meniru produk pesaing, tetapi juga memperbaikinya dan memperkuat posisinya di pasaran.

d. Strategi responsif (responsive strategy)
   Strategi ini dilakukan dengan mengakomodasi keinginan konsumen. Hal tersebut dilakukan dengan melihat permintaan dan kondisi konsumen.

Agar pelaksanaan pengembangan produk dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan, perlu diperhatikan tahap-tahap dalam melaksanakan pengembangan produk. Menurut Kotler (2002: 382) tahap-tahap pengembangan produk terbagi menjadi delapan tahap yaitu :

a. Idea Generation (Pemunculan Gagasan). Tahapan ini merupakan pencarian peluang produk baru secara terus menerus dan sistematik. Tahapan ini dilakukan untuk menemukan gagasan-gagasan baru dan segara mengenai penciptaan produk. Metode untuk menciptakangagasan baru meliputi brain storming (sesi kelompok kecil untuk menstimulasi gagasan), melakukan analisa atas produk yang sudahada, ataupun melalui survei konsumen.

b. Idea Screening (Penyaringan Gagasan). Setelah perusahaan mengidentifikasi gagasan produk yang berpotensi, perusahaan harus menyaringnya. Dalam product screening, kekurangan, ketidakcocokan, atau gagasan yang tidak menarik lainnya harus disingkirkan dari tindakan lebih lanjut. Tujuan penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin.

c. Concept Development and Testing (Pengembangan dan Pengujian Konsep). Menguji konsep adalah menyajikan konsep produk kepada consumer dan mencoba mengukur sikap dan ketertarikan konsumer atas konsep awal pengembangan produk tersebut. Pengujian konsep merupakan cara yang cepat dan tidak mahal untuk mengukur minat konsumer. Pengujian dilakukan dengan meminta konsumer yang potensial untuk berinteraksi terhadap sketsa gambar atau deskripsi tertulis yang menggambarkan produk yang akan dikembangkan.

d. Marketing Strategy Development (Pengembangan Strategi Pemasaran). Pernyataan strategi pemasaran terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan produk ke pasar. Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan tingkah laku pasar sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian pasar, serta sasaran keuntungan yang hendak dicari pada beberapa tahun pertama. Bagian kedua dari pernyataan strategi pemasaran menguraikan harga produk yang direncanakan, strategi distribusi, dan biaya pemasaran selama tahun pertama. Bagian ketiga menjelaskan penjualan jangka panjang yang direncanakan, serta sasaran keuntungan dan strategi bauran pemasaran selama ini.

e. Business Analysis (Analisis Bisnis). Analisis Bisnis dan finansial dilakukan untuk menguji kelayakan finasialdan bisnis dari konsep pengembangan produk baru. Disini dilakukan analisa terhadap sejumlah aspek, seperti proyeksi permintaan pasar,perkiraan biaya produksi dan peta persaingan.

f. Product Development (Pengembangan Produk). Pengembangan produk mengkonversi ide produk baru menjadi bentukfisik dan sekaligus mengidentifikasi pola strategi pemasaran yang akanditerapkan. Fase ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand, brand positioing, dan usage testing.

g. Test Marketing (Pengujian Pasar). Fase ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand,brand positioing, dan usage testing. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kinerja produk dan efektivitas program pemasaran secara terbatas sebelum a full-scale introduction. Melalui ujipemasaran ini, perusahaan dapat melakukan observasi perilaku pelanggan secara aktual. Perusahaan juga dapat melihat reaksi yang dilakukan pesaing, dan juga respon dari para distribution channelmembers.

h. Commercialization (Komersialisasi). Setelah pengujian selesai, perusahaan siap untuk mengenalkan produknya ke pasar yang ditargetkan secara full scale. Sejumlah aspek yang perlu dicermati dalam tahap commercialization adalah kecepatan penerimaan konsumen dan para distributor, intensitas distribusi (berapa banyak toko penyalur), kemampuan produksi, serta efektivitas promosi, strategi harga, dan reaksi persaingan.

   Selain hal-hal diatas, point penting lainnya adalah Diferensiasi menjadi suatu strategi yang baik. Adanya diferensiasi menjadikan suatu produk memilki identitas yang khas dan unik. Sehingga menjadi pembeda bagi produk pesaing dan memungkinkan untuk sulit ditiru. Terkadang pula, perilaku konsumen yang sangat sensitif terhadap sesuatu yang baru dan beda, menjadikan suatu produk yang memiliki diferensiasi dengan produk pesaingnya sangat dicari konsumen.

Beberapa faktor tambahan yang menghalangi pengembangan produk baru adalah :

  • Kelangkaan ide penting pada wilayah tertentu
  • Pasar yang terfragmentasi
  • Batasan sosial dan pemerintah
  • Biaya pengembangan
  • Kelangkaan modal
  • Waktu pengembangan yang dibutuhkan relatif pendek.

   Hal yang harus diperhatikan pula dalam pengenalan awal suatu produk baru adalah penentuan strategi harga produk tersebut. Dimana strategi harga ini diperlukan untuk meminimalisir resiko produk tersebut ditolak pasar, karena terlalu mahal atau bahkan terlalu murah. Ada dua cara bagaimana menentukan harga dari produk baru yaitu penentuan harga mengambil sebagian pasar dan penetapan harga penetrasi pasar.

Sekian yang bisa saya jelaskan semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita tentang dunia bisnis.

By; Grevi Yulika

Selasa, 31 Maret 2020

Aspek Pemasaran Dalam Berwirausaha - Tugas Kewirausahaan


ASPEK PEMASARAN DALAM BERWIRAUSAHA


Pemasaran adalah aktivitas, serangkaian institusi, dan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia
Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk, penetapan harga, pengiriman barang, dan mempromosikan barang. Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan tentang aspek-aspek yang terdapat didalam pemasaran ini, apalagi bagi yang berwirausaha.
Pengertian aspek pemasaran adalah faktor penting yang dijadikan sebagai kunci dari keberhasilan perusahaan khususnya dalam memetakan pasar. Aspek pemasaran dalam berwirausaha sama halnya dengan aspek pemasaran dalam studi kelayakan bisnis yang dirancang dan diperhatikan sebelum kita memulai usaha.

Adapun contoh aspek pasar dan pemasaran yang akan dibahas pada artikel ini adalah :
1.     Spesifikasi Produk
2.     Segmentasi Pasar
3.     Promosi
4.     Negosiasi
5.     Distribusi


1.     Spesifikasi Produk

Aspek pemasaran yang pertama adalah spesifikasi produk. Produk adalah setiap hal berupa barang maupun jasa yang  ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kepuasan dan kebutuhan konsumen. Keputusan-keputusan tentang produk dalam aspek pemasaran mencakup bentuk penawaran secara fisik, merknya, kemasaran, garansi, dan servis purna jual. Pengembangan produk dapat dilakukan setelah mengetahui keperluan dan keingingan pasarnya.
Selain itu, produk juga tidak selalu diidentikan dengan barang. Produk yang tidak berwujud disebut dengan jasa. Jasa ialah segala tindakan maupun unjuk kerja yang ditawarkan ke pihak lain yang intangible dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.
Penentuan spesifikasi produk dapat dilihat dari kondisi pasar yang ada dengan melakukan analisis aspek pemasaran yang lainnya.

2.       Segmentasi Pasar

Segmentasi ini merupakan proses yang menyeluruh di mana perusahaan harus memperhatikan pembelian dari masing-masing segmen. Paling tidak usahanya akan lebih ekonomis dapabila unit-unit pembelian itu dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok saja. Ini semua tidak terlepas dari usaha mencapai laba maksimum. Pada aspek pemasaran segmentasi pasar, manajemen harus memiliki kriteria tertentu agar menempatkannya dalam posisi yang lebih baik. Setiap kriteria yang dipakai harus dibuat ukuran-ukurannya.
Tingkat permintaan rata-rata untuk suatu merk harus berbeda antara segmen yang satu dan lainnya. Begitu pula tingkat sensitivitas pembeli terhadap kebijaksanaan promosi dan pemasaran perusahaan. Selain itu media pengiklanan tertentu harus tersedia sesuai dengan segmentasi pasar supaya segmen tersebut dapat dicapai secara efisien. Pada akhirnya segmen harus cukup besar sehingga strategi dapat diutamakan untuk peningkatan laba.

Faktor-faktor yang digunakan untuk menyusun aspek pemasaran segmentasi pasar adalah :


  • Demografi : Seperti umur, kepadatan penduduk, jenis kelamin, agama, kesukaan, pendidikan dan sebagainya.
  • Tingkat Penghasilan
  • Sosiologis : Seperti kelompok budaya, kelas-kelas sosial dan sebagainya
  • Psikologis/psikhografis : Seperti kepribadian, sikap, manfaat produk yang diinginkan dan sebagainya.

Segmen pasar yang memiliki ciri khas ialah segmen yang belum terlayani maupun telah terlayani namun belum maksimal. Terdapat 3 faktor dalam mendukung usaha segmentasi untuk lebih efektif, diantaranya :

  • Measurability : Tingkat informasi yang ada mengenai sifat-sifat pembeli. Sejauh mana sifat tersebut dapat dikukur. Misalkan untuk mengukur jumlah pembeli mobil yang pembeliannya didorong oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi ataukah status atau kualitas.
  • Accesibility : Tingkat dimana perusahaan iru secara efektif memusatkan usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilihnya. Misalkan kegiatan periklanannya belum tentu sama antara segmen yang lama dengan segmen yang baru.
  • Substaintiality : Tingkat dimana segmen itu adalah luas dan cukup untuk melakukan kegiatan pemasaran tersendiri.

3.       Promosi

Promosi merupakan ujung tombak dari aspek pemasaran dalam pengelolaan usaha. Promosi merupakan upaya dari penjual untuk menawarkan produknya kepada pembeli atau konsumen supaya konsumen berminat untuk melakukan pembelian. Promosi merupakan bagian yang sangat vital dalam aspek pemasaran dimana melalui promosi, penjual dapat memberikan informasi secara luas mengenai produk, mempengaruhi dan melakukan langkah persuasif kepada konsumen, dan juga dapat mendekatkan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
Promosi merupakan suatu info maupun tindakan mengajak yang dilakukan satu arah dalam rangka memberikan pengarahan kepada seseorang maupun sekelompok orang untuk melakukan sesuatu yang mengarah pada pertukaran pada pemasaran.

Promosi memiliki tujuan yang ingin dicapai sehingga dalam penyusunan strategi promosi dapat tepat sasaran dan dilakukan seefisien mungkin. Berikut tujuan dari promosi :

Ø  Memberitahu konsumen tentang penawaran produk
Ø  Mengingatkan kepada konsumen akan manfaat dari produk yang kita tawarkan
Ø  Membujuk konsumen untuk melakukan transaksi pembelian
Ø  Merubah perilaku konsumen
Ø  Mempertahankan merk produk perusahaan di mata konsumen

4.       Negosiasi

Secara garis besar negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Namun dalam berwirausaha, negosiasi merupakan suatu proses saat dua pihak (penjual dan pembeli) mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerja sama dan kompetisi. Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu.

5.       Distribusi

Distribusi adalah salah satu aspek dari pemasaran. Distribusi juga dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan). Seorang atau sebuah perusahaan distributor adalah perantara yang menyalurkan produk dari pabrikan (manufacturer) ke pengecer (retailer). Setelah suatu produk dihasilkan oleh pabrik, produk tersebut dikirimkan (dan biasanya juga sekaligus dijual) ke suatu distributor. Distributor tersebut kemudian menjual produk tersebut ke pengecer atau pelanggan. Ada 3 tugas distributor yaitu sebagai berikut :

Ø  membeli barang dan jasa dari produsen atau pedagang yang lebih besar
Ø  mengklasifikasi barang atau memilahnya sesuai dengan jenis, ukuran, dan kualitasnya
Ø  memperkenalkan barang atau jasa yang diperdagangkan kepada konsumen, misalnya dengan reklame atau iklan


By : Grevi Yulika

Rabu, 25 Maret 2020

Perlunya Manajemen Organisasi dalam Berwirausaha - Tugas Kewirausahaan

Pengertian Manajemen

     Manajemen merupakan suatu aktifitas yang berhubungan antara aktifitas satu dengan aktifitas lainnya. Aktifitas tersebut tidak hanya dalam hal mengelola orang-orang yang bekerja disuatu perusahaan, melainkan mencakup tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai sasaran melalui pemanfaatan sumber daya yang ada. Rangkaian aktifitas ini dinamakan proses manajemen, sedangkan orang yang memimpin dan mengatur proses manajemen disebut manajer. Dan bisa diartikan manajemen organisasi adalah rangkaian aktifitas dalam suatu tatanan atau struktur organisasi.

Manajemen Organisasi dalam Berwirausaha

     Kewiraswastaan atau Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Atau secara sederhana wirausaha adalah usaha seseorang mempertunjukan ataupun menjual sesuatu yang menghasilkan timbal balik demi kelangsungan hidupnya.

     Untuk mencapai dan menjaga tujuan serta mencapai efisiensi dan afektivitas dalam berwirausaha membutuhkan suatu manajemen organisasi. Dengan adanya majemen organisasi ini dapat mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan. Disamping itu manajer juga akan mudah untuk menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang harus mengerjakannya, siapa yang bertanggung jawab serta pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

     Di sisi lain, manajemen organisasi dalam berwirausaha akan memperlancar jalannya suatu usaha bukan hanya untuk seorang manajer melainkan juga untuk orang lain . Karena seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional menjadi berkurang.

     Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya pengangguran.

By : Grevi Yulika

Kamis, 19 Maret 2020

BERJUALAN TANPA MODAL - Tugas kewirausahaan "Merintis Usaha Baru"


BERJUALAN TANPA MODAL

Melihat makin mudahnya masyarakat mengakses teknologi khususnya di bidang gadget atau smartphone dan makin mudahnya akses internet yang bisa di dapat setiap orang awam sekalipun, disitu saya melihat ada peluang bisnis yang bagi saya cukup menjanjikan. Saya mempunyai ide pemikiran untuk berbisnis pakaian khususnya dengan sistem online.

1.         MENJADI RESELLER

Pada awalnya saya mungkin baru akan menjadi reseller dari toko lain yang masih bisa kita ambil keuntungannya meskipun hanya sedikit. Namun hal itu sebagai langkah awal dan lumayan juga untuk kita yang bisa di bilang tanpa modal sepeserpun melainkan hanya mengandalkan mental untuk menjual kembali atau menawarkan kembali dagangan orang lain tentunya dengan sistem online.

Ada beberapa poin penting yang mesti dilakukan sebagai reseller apalagi bagi orang yang baru mau mencoba terjun di dunia bisnis :

a) Mencari supplier yang tepat

Disini kita bermaksud akan menjual pakaian dan kita harus mendapatkan pakaian terlebih dahulu untuk dijual. Mencari supplier yang tepat dan bisa dipercaya merupakan modal utama sebagai reseller karena baik buruknya barang yang akan dijual kembali tergantung dengan kualitas yang berasal dari supplier tersebut.

b) Menjaga hubungan baik dengan supplier

Menjaga hubungan yang baik dengan supplier adalah hal yang wajib dilakukan. Karena disitu bisa diumpamakan sebagai lahan tempat kita mencari bahan yang akan kita jual. Dari hubungan yang baik akan timbul kepercayaan dan itu akan menambah kemudahan kita dalam persediaan barang.

c) Lebih aktif di berbagai media digital

Karena tujuan utama saya untuk berjualan pakaian dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Maka dari itu aktif di dalam lingkup teknologi tersebut sangat dibutuhkan. Menggunakan sarana sosial media seperti Facebook dan Twitter sebagai wadah untuk melakukan promosi. Kita dapat mempelajari sistem pemasaran online sebagai sarana pendukung bagi bisnis kita, di antaranya: Search Engine Optimization (SEO), Social Media Optimation (facebook, twitter, Instagram), dan  Paid Traffic Source yang akan membuat pemasaran produk kita bisa berjalan lancar dan dibanjiri orderan. Dalam fase ini, kita dapat menabung dan menyimpan sejumlah uang yang dapat kita gunakan kelak sebagai modal usaha.

2.         MEMBUKA TOKO SENDIRI

Setelah hasil sebagai reseller sudah bisa terkumpul dan dirasa cukup untuk membuat usaha toko pakaian sendiri. Selain untuk menampung stock kebutuhan pakaian yang akan di jual, ada nya toko juga bisa mempermudah kita menjual secara langsung kepada konsumen / customer. Jangan lupa untuk selalu mencatat keluar masuk stock yang ada di toko agar memudahkan kita mengontrol ada tidaknya barang yang diminta konsumen karena kebanyakan konsumen butuh informasi secepat mungkin untuk keberadaan barang yang akan mereka beli.

3.         MEMPRODUKSI PAKAIAN SENDIRI (MEMBUAT BRAND SENDIRI)

Berawal dari sistem online tentunya masyarakat akan lebih mudah mengenali siapa kita dan berkat dari ke-aktif-an kita di sosial media kebutuhan pakaian pasti akan semakin melunjak karena kepercayaan pelanggan yang pasti akan semakin besar. Di fase ini kita bisa mencoba membuat produksi pakaian sendiri dengan brand yang bisa kita buat sendiri juga. Untuk langkah awal kita bisa menggunakan sebagian tempat toko kita untuk dijadikan tempat produksi (home industri). Untuk bahan dasar kita bisa bekerja sama dengan supplier yang sebelumnya kita reseller produknya, karena biasanya toko-toko besar pasti juga menyediakan bahan dasar nya. Dengan memproduksi barang sendiri pastinya keuntungan yang diperoleh akan semakin banyak begitu pula resiko yang akan kita hadapi. Maka dari itu kita jangan sampai lengah dan harus hati-hati dalam menentukan keputusan demi kemajuan bisnis usaha kita.

By : Grevi Yulika

Selasa, 17 Maret 2020

DARI PENGANGGURAN MENUJU SUKSES - Tugas Kewirausahaan "Merintis Usaha Baru"


DARI PENGANGGURAN MENUJU SUKSES


Sedikit flashback pada 5 tahun lalu saya punya saudara yang pada awalnya dia hanyalah pengangguran biasa lulusan SMA. Sebut saja namanya Harun namun biasa akrab dipanggil dengan nama Kirun oleh orang-orang di sekitar lingkungannya. Kenapa saya membahas tentang “Kirun” ini? Yaaa, karena ada suatu hal yang bisa diambil dari kisahnya tentang usaha bisnis.
Singkat cerita Kirun berasal dari keluarga yang biasa dan sederhana, tidak ada garis keturunan dari seorang pengusaha sukses dan terkenal dari keluarga Kirun. Kirun bertempat tinggal di pemukiman pinggiran kota Jakarta. Layaknya masyarakat Indonesia yang doyan nyemil atau makan jajanan didaerah tempat tinggal Kirun pun demikian. Hal tersebut membuat Kirun berpikiran kalau dia ingin menjual jajanan makanan dan ide pertama yang ada dipikiran Kirun adalah Martabak. Selain karena makanan yang banyak diminati orang, bahan baku yang tidak sulit dicari, martabak juga merupakan makanan kesukaan Kirun sejak kecil apalagi buatan pamannya sendiri.
Berjualan martabak memang tidak membutuhkan banyak modal namun bagi kirun yang merupakan seorang pengangguran adalah hal yang sulit didapat. Maka dari itu ia mencoba meminjam uang dari pamannya sekaligus meminta diajarkan resep martabak buatan paman itu. Paman kirun merupakan mantan karyawan restoran sebagai asisten koki dan tidak heran jika ia bisa membuat martabak yang enak. Modal yang di dapat kirun cukup untuk membuat gerobak sebagai lapak usaha kirun.
Awal memulai usaha martabak kirun langsung banyak peminat yang membeli martabak nya. Mungkin karena baru awal buka dan banyak orang yang hanya sekedar ingin mencicipi martabak baru buatan kirun ataupun memang martabak kirun yang enak. Usaha martabak kirun ramai pembeli sampai beberapa bulan. Namun setelah itu karena makin banyaknya pesaing yang juga menjual martabak yang tak kalah enak di daerah situ usaha martabaknya pun menurun. Tak patah semangat sampai disitu, kirun mencoba berbagai inovasi agar membuat martabak buatannya bisa berbeda dengan yang lain dengan memasukan macam – macam buah – buahan sebagai resep martabak kirun. Berkat ide, inovasi dan sikap pantang menyerah kirun dalam menghadapi naik turunnya usaha tersebut saat ini kirun sudah mempunyai 3 cabang toko martabak sekaligus sekitar 10 karyawan yang tersebar di daerah tempat tinggal kirun.
Naaah... bisa diambil hal positif dari si Kirun ini, yaitu bisa melihat peluang minat masyarakat tempat tinggal kirun, sikap berani mengambil resiko berjualan walaupun dengan modal awal berasal dari meminjam, dan sikap kratif sekaligus pantang menyerah dalam menghadapi persaingan bisnis hingga Kirun bisa menjadi pengusaha yang sukses.

By : Grevi Yulika

Rabu, 11 Maret 2020

MULAN PETANI KENTANG - Tugas kewirausahaan " From Loser To Winner "


Mulan Petani Kentang


Di suatu desa kecil di lereng gunung terlahir seorang anak perempuan dari hasil pernikahan pasangan petani kentang. Kelahirannya nampak begitu sederhana dan bahkan masih dengan bantuan dukun bayi setempat. Bayi yang berasal dari pasangan keluarga petani tersebut menjalani hari-hari dengan serba kekurangan karena memang kondisi perekonomian orang tua nya yang kurang mampu. Bayi yang di beri nama Mulan oleh kedua orang tuanya itu tumbuh hari demi hari dan mendekati masa remaja. Mulan selalu diajarkan orang tuanya untuk ikhlas menerima keadaan yang terjadi dan menjalaninya dengan suka ria walaupun di pandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat setempat karena kondisinya yang berkekurangan.
Waktu kian berlalu dan Mulan tumbuh menjadi sosok perempuan yang cantik meskipun dia hanya bisa merasakan bangku sekolah sampai tingkat sekolah menengah pertama. Namun hal tersebut tidak pernah menjadi permasalahan untuk diri Mulan sendiri. Pada awalnya mulan berkeyakinan bahwa seorang perempuan tidak perlu bersekolah ataupun berpendidikan yang tinggi karena ujungnya pasti hanya akan menjadi seorang ibu rumah tangga. Namun semua keyakinan mulan akan hal itu berubah saat bapak mulan jatuh sakit dan tidak bisa mencari nafkah lagi. Mulan merenung selama berhari-hari khawatir karena dengan kondisi yang kekurangan ditambah bapak yang biasa mencari makan sekarang sudah tiada. Berkat dari didikan orang tua untuk selalu ikhlas menghadapi kenyataan Mulan pun tidak lama-lama terpuruk dalam kesedihan itu dan berpikiran untuk menggantikan posisi bapak untuk mencari makan. Dia berpikiran seperti itu karena mengingat dia adalah seorang anak tunggal dan ibunya yang sudah mulai menua.
Mulan menyadari kalau dia hanya bisa bertani seperti orang tuanya. Suatu hari datang seorang perempuan ke kebun mulan mencari hasil panen kentang dan membutuhkannya dalam jumlah besar untuk di beli. Saat itu hasil panen dari lahan mulan hanya sedikit saja dan tidak memenuhi permintaan perempuan itu, namun karena saat itu mulan yang mulanya seorang yang pemalu mencoba memberanikan diri bertanya ke perempuan tersebut tentang berapa banyak kentang yang di butuhkan. Mulan menghiraukan rasa pemalunya dan makin menikmati obrolan dengan pembeli itu dan makin banyak bertanya mengapa pembeli itu membutuhkan begitu banyak sayuran. Setelah berbicang lumayan lama di kebunnya dan ternyata perempuan tersebut adalah bos besar suatu pabrik makanan olahan hasil kentang, dia datang langsung ke kebun karena harga dipasar sudah mulai melunjak tinggi. Mulan yang mempunyai keyakinan wanita hanya akan menjadi seorang ibu rumah tangga berubah bahwa wanita juga bisa menjadi mandiri dan sukses selain menjadi ibu rumah tangga. Mulai saat itu hasil panen mulan tidak semuanya dijual dalam bentuk mentah, namun mulan mulai mencoba membuat hasil kentang tersebut menjadi makan seperti kripik dan beberapa kue-kue sesuai resep yang pernah ibu mulan ajarkan. Tak di sangka-sangka ide mulan berjalan dengan lancar dan malah makin di minati masyarakat. Beberapa tahun mulan yang awalnya hanya bertani sekarang berpindah profesi menjadi pengusaha makan olah kentang dan mempunyai tempat sendiri bahkan bisa memperkerjakan karyawan 20 orang yang bertugas sesuai bagiannya. Selama usaha mulan di bidang makanan, pernah juga beberapa kali mengalami penurunan meskipun tidak terlalu signifikan.
Masyarakat lingkungan mulan yang dulu kala memandang keluarga mulan dengan sebelah mata, sekarang berubah menjadi kesan bangga karena selain usaha mulan yang sukses, ia juga merangkul masyarakat untuk bekerja menjadi karyawannya sehingga membantu perkonomian di daerah desa tersebut. Tak lupa dia juga selalu ikhlas menjalani usahanya tak pandang bulu dengan karyawannya karena dia sadar dia pernah mengalami kesusahan semasa kecilnya dan mewujudkan impiannya untuk menggantikan seorang bapak untuk mencari makan.

By; Grevi Yulika

Percaya Diri - Richard Branson

  Richard Branson            Sir Richard Charles Nicholas Branson seorang berkelahiran di Blackheath, London, pada 18 Juli 1950 adalah seora...