Rencana bisnis adalah dokumen tertulis yang menjelaskan secara terperinci bagaimana suatu bisnis akan mencapai tujuannya. Biasanya rencana bisnis ini dibuat oleh bisnis baru. Di dalamnya menjabarkan rencana tertulis dari sudut pandang pemasaran, keuangan, dan operasional.
Mengutip dari Investopedia (22/5/2019), Rencana bisnis adalah alat mendasar yang dibutuhkan bisnis startup sebelum memulai operasinya. Biasanya, bank dan perusahaan modal ventura membuat rencana bisnis yang layak sebagai prasyarat untuk investasi dana dalam bisnis.
Meskipun mungkin berhasil, beroperasi tanpa rencana bisnis bukanlah ide yang baik. Bahkan, sangat sedikit perusahaan yang dapat bertahan. Jelas ada lebih banyak manfaat untuk menciptakan dan tetap berpegang pada rencana bisnis termasuk mampu memikirkan ide-ide tanpa memasukkan terlalu banyak uang ke dalamnya dan, pada akhirnya, kehilangan pada akhirnya. Rencana bisnis penting untuk memungkinkan perusahaan untuk menetapkan tujuan dan menarik investasi. Mereka juga merupakan cara bagi perusahaan untuk tetap berada di jalur yang benar.
Rencana bisnis yang baik harus menguraikan semua biaya dan kejatuhan dari setiap keputusan yang diambil perusahaan. Rencana bisnis, bahkan di antara para pesaing dalam industri yang sama, jarang identik. Tetapi mereka semua cenderung memiliki elemen yang sama, termasuk ringkasan eksekutif dari bisnis dan termasuk deskripsi rinci tentang bisnis, layanan dan / atau produknya. Ini juga menyatakan bagaimana bisnis bermaksud untuk mencapai tujuannya.
Rencana tersebut harus mencakup sekurang-kurangnya ikhtisar industri di mana bisnis akan menjadi bagian, dan bagaimana ia akan membedakan dirinya dari pesaing potensial.
Manfaat Business plan/Rencana bisnis
1. Anda akan tetap berada pada strategi anda.
Adalah sulit untuk tetap bertahan pada strategi anda, melihat rutinitas dan gangguan sehari-hari. Tetapi anda bisa melihat kembali strategi perusahaan anda dari business plan yang telah anda buat.
2. Tujuan bisnis menjadi lebih jelas.
Gunakan lah rencana anda untuk mendefinisikan dan mengelola tujuan bisnis yang dapat diukur, seperti jumlah pengunjung website anda, jumlah penjualan, margin, atau peluncuran produk baru,
3. Perkiraan anda akan menjadi lebih baik.
Gunakan rencana anda untuk memperbaiki perkiraan anda tentang masalah seperti potensi pasar, penjualan, biaya penjualan, dan sebagainya.
4. Prioritas anda akan lebih masuk akal.
Disamping dari strategi, anda harus membuat prioritas terhadap bisnis anda seperti pertumbuhan perusahaan, kesehatan keuangan dan manajemen. Gunakan business plan anda untuk menentukan masalah ini.
5. Anda akan memahami interdependensi.
Gunakan rencana bisnis anda untuk melacak apa yang perlu dilakukan dan dengan urutan yang bagaimana.
6. Milestone akan membuat anda tetap pada jalur
Gunakan rencana anda untuk melacak tanggal dan tenggat waktu pada suatu tempat.
7. Pendelegasian anda akan lebih baik.
Business plan merupakan tempat yang ideal untuk mengklarifikasi siapa yang bertanggung jawab dan untuk apa.
8. Mengelola anggota tim dan melacak hasilnya akan menjadi lebih mudah
Rencana bisnis merupakan format yang bagus untuk mendapatkan hal-hal dalam menulis dan menindaklanjuti perbedaan antara ekspektasi dan hasil yang didapatkan, dengan koreksi tertentu.
9. Anda dapat lebih baik merencanakan dan mengelola arus kas.
Perencanaan arus kas merupakan cara yang bagus untuk menyatukan perkiraan penjualan, biaya, pengeluaran, aset yang ingin anda beli, dan utang yang harus anda bayar.
10. Koreksi tertentu akan menjaga bisnis anda dari kegagalan.
Memiliki rencana bisnis memberi anda cara untuk proaktif – bukan reaktif – tentang bisnis
Prinsip Business plan (Rencana bisnis)
1)Fokus, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan visi, misi tertentu serta dengan tujuan yang jelas sehingga kita bisa fokus untuk mencapai tujuan.
2)Rasional dan faktual, artinya perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada.
3)Berkesinambungan dan estimasi, artinya perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta perkiraan-perkiraan tentang kondisi di masa depan.
4)Prepare dan fleksibel, artinya perencanaan usaha dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi.
5)Operasional, artinya perencanaan usaha dibuat sesederhana mungkin, namun rinci, serta dapat dilaksanakan.
Dalam membuat rencana bisnis, seseorang atau sebuah tim biasanya melakukan brainstorming. Dalam kegiatan ini semua ide dikeluarkan untuk kemudian dikumpulkan dan dipilih yang paling mungkin untuk dilaksanakan. Dalam brainstorming ini dibutuhkan daya eksplorasi yang bebas, tidak dibatasi pertimbangan biaya atau kemampuan. Namun kadang hal ini memicu perdebatan, karena isi otak seseorang berbeda dengan orang lain. Sehingga pemahaman kita juga belum tentu dapat dimengerti oleh orang lain. Untuk itu, kita memerlukan bahasa penyampaian yang mudah dimengerti oleh banyak orang.
Dalam memulai bisnis, seperti kita ketahui, perlu ada perencanaan yang matang. Sebelum mulai menyusun rencana bisnis, kita perlu mengetahui informasi-informasi yang berhubungan. Hal ini penting, karena dalam menjalankan bisnis, kita harus punya panduan. Apalagi jika ke depannya kita akan berhubungan dengan banyak pihak lain, misalnya investor atau pihak bank. Semua hal yang kita lakukan dan presentasikan di depan para investor haruslah mengacu pada panduan tersebut. Rencana bisnis inilah kunci keberhasilan komunikasi kita dengan investor. Sebagai alat komunikasi, rencana bisnis menentukan apakah usaha kita layak atau tidak layak didukung.
Dalam rencana bisnis, menjadi idealis memang boleh. Namun, jangan lupa bahwa yang terpenting kita perlu menunjukkan letak kekuatan bisnis kita, bahwa usaha yang kita jalani memiliki prospek yang cerah. Gunakanlah bahasa yang sampai di telinga para kalangan investor. Bahasa yang dimaksud adalah bahasa yang dapat ‘merayu’ investor atau kalangan perbankan. Kita perlu menyadari bahwa bisnis bukan hanya sekadar masalah untung-rugi. Para investor ingin mengetahui bahwa bisnis kita punya prospek, bahwa resiko untung-ruginya dapat diukur dan diperkirakan.
Namun, rencana bisnis plan sebenarnya tidak hanya dibuat untuk ditujukan pada para investor. Rencana bisnis penting untuk menjadi panduan kita sendiri dalam melakukan segala rencana dan pelaksanaan usaha, agar setiap pelaksanaan dapat terarah, tidak keluar jalur, dapat dipertanggunjawabkan, diukur, dan dievaluasi kembali. Apalagi untuk jenis usaha kreatif yang idenya terbilang baru. Usaha semacam ini memiliki risiko pergeseran konsep. Dalam prosesnya, akan ada banyak campur tangan berbagai pihak yang menginginkan ini-itu. Berbagai kepentingan dari banyak pihak bisa jadi mengganggu konsep utamanya. Di sinilah rencana bisnis bermanfaat, yakni sebagai alat yang menjaga koridor gerak usaha. Ini adalah tantangan bagi para enterpreneur muda, yakni untuk menjelaskan pada semua pihak agar mereka memiliki perspektif yang sama dengan yang kita miliki.
Sebuah rencana bisnis haruslah matang, terarah, namun tetap sederhana dan mudah dipahami orang lain. Untuk membuatnya, berikut ini adalah tips-tips yang perlu Anda terapkan :
Rencana bisnis harus mudah dimengerti, memiliki 1 tujuan, dan tercapai dengan cepat.
Menggunakan sedikit kalimat, tidak hanya singkat tapi juga efisien.
Memiliki tujuan jelas, hanya menyampaikan fakta dan ide yang relevan.
Menarik, mudah dimengerti, serta menggunakan gambar dan grafik.
Menggunakan kata-kata yang sederhana dan disusun dengan model percakapan atau komunikasi interaktif.
Membawa nuansa optimis dan positif.
Mengarahkan keputusan pembaca, menegaskan itikad baik, serta mendemonstrasikan pengetahuan dan skill.
Hindari membuat pernyataan yang tidak mendukung fakta.
Bersifat obyektif dan dibuat berdasarkan data-data nyata dan akurat serta sumber informasi yang berkualitas.
Komponen Business plan (Rencana bisnis)
1.Konsep Bisnis
Mendeskripsikan produk
Identifikasi pasar, konsumen target, dan data ekonomi tentang permintaan
Persaingan dan analisis pasar lengkap
Strategi pemasaran yang jelas
Informasi lokasi bisnis, kantor, outlet, dan jasa
Manajemen, karyawan yang diperlukan
2.Dukungan Keuangan
Kebutuhan keuangan dan sumber modal, utang, dan posisi kekayaan pemilik
Dokumen pendukung rencana keuangan:
- Laporan keuangan yang direncanakan
- Laporan arus kas yang direncanakan
- Neraca yang direncanakan
- Analisis pengembalian modal
3.Informasi Lain-lain
Survei konsumen, informasi pasar, ramalan permintaan, dan penjualan
Data tentang pemilik, wirausahawan yang terlibat, dan manajer ahli
Informasi tambahan tentang pembelian, pemasok dan harga
Rencana tempat kedudukan usaha, layout, bahan-bahan produksi, dan kebutuhan peralatan
Laporan kredit, penawaran, kontrak, dan lampiran lain yang diperlukan oleh penyandang dana
Didalam pembuatan artikel ini saya menambahkan video business plan (perencanaan bisnis). Berikut video yang saya buat :
Dalam menjalankan suatu bisnis seagai seorang pengusaha ataupun
pembisnis yang baik adalah yang melakukan analisa-analisa terlebih dahulu,
salah satunya adalah analisa kelayakan bisnis yang akan saya bahas kali ini.
A.Apa
itu Analisa Kelayakan Bisnis?
Dimulai dari definisi analisa kelayakan bisnis
adalah penelitian yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum,
sosial ekonomi serta budaya, aspek pasar serta pemasaran, aspek teknis serta
teknologi sampai dengan aspek manajemen serta keuangannya, yang hasilnya
digunakan untuk mengambil sebuah keputusan bisnis.
Analisa kelayakan bisnis/usaha juga dapat diartikan
suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis
yang dijalankan dalam rangka layak atau tidaknya usaha tersebut.
Mempelajari
secara mendalam. Meneliti secara sungguh-sungguh data dan informasi,
selanjutnya diukur, dihitung dan dianalisis dengan menggunakan metode tertentu.
Kelayakan.
Apakah usaha yang dijalankan memberikan manfaat besar dibandingkan biaya
Bisnis.
Usaha yang dijalankan memberikan manfaat baik finansial maupun non finansial.
1.Tujuan dari analisa itu ssendiri adalah;
Menghindari Risiko Kerugian;
Memudahkan Perencanaan;
Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan;
Memudahkan Pengawasan;
Memudahkan Pengendalian.
2.Sedangkan Manfaat dari analisa kelayakan bisnis
yaitu;
Bagi manajemen, sebagai salah satu sumber
pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen.
Bagi investor/kreditur, untuk menilai apakah
peluang usaha tersebut layak atau tidak yang kemudian dijadikan sebagai
pertimbangan penyaluran dana.
Bagi pemerintah, sebagai dasar pertimbangan
pemberian izin usaha atas proposal yang diajukan.
Bagi Masyarakat, untuk mengetahui apakah usaha
yang akan dibuka merugikan lingkungan atau sebaliknya.
3.Adapun tahapannya;
Pengumpulan data
Pengolahan data
Analisis data
Pengambilan keputusan (jika tidak layak maka
bisa dibatalkan dan hanya sampai pada tahap ini)
Rekomendasi
Pelaksanaan usaha
B.Kriteria
Investasi
Istilah Investasi sendiri berasal dari kata investire
yang berarti memakai atau menggunakan. Investasi adalah memberikan sesuatu
kepada orang lain untuk dikembangkan dan hasil dari sesuatu yang dikembangkan
tersebut akan dibagi sesuai dengan yang diperjanjikan. Investasi juga mempunyai
beberapa arti lain yang di maksud oleh pada ahli dibidangnya, yaitu;
1.Pengertian Investasi menurut Fitzgeral,
Investasi adalah suatu aktivitas yang berhubungan dengan usaha penarikan
sumber-sumber (dana) yang dipakai untuk mengadakan barang modal pada saat
sekarang dan dengan barang modal akan dihasilkan aliran produk baru di masa
yang akan datang. Dari definisi ini investasi dikonstruksikan sebagai sebuah
kegiatan untuk :
a)Penarikan sumber dana yang digunakan untuk
pembelian barang modal.
b)Barang modal itu akan dihasilkan produk baru.
2.Menurut Kamaruddin Ahmad, Pengertian Investasi
adalah menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau
keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut. Pengertian investasi ini
menekankan pada penempatan uang atau dana. Tujuan investasi ini adalah untuk
memperoleh keuntungan. Hal ini erat kaitannya dengan penanaman investasi di
bidang pasar modal.
3.Salim HS dan Budi Sutrisno mengemukakan
pengertian investasi, Investasi ialah penanaman modal yang dilakukan oleh
investor, baik investor asing maupun domestik dalam berbagai bidang usaha yang
terbuka untuk investasi, yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan.
4.Pengertian Investasi dalam Ensiklopedia
Indonesia, Investasi yaitu penanaman modal atau penanaman uang dalam proses
produksi dengan membeli gedung-gedung, mesin-mesin, bahan-bahan cadangan,
penyelenggaraan uang kas serta perkembangannya. Dalam hal ini cadangan modal
barang diperbesar selama tidak ada modal barang yang harus diganti.
Hakikat investasi dalam definisi ini adalah
penanaman modal yang dipergunakan untuk proses produksi. Dalam hal ini
investasi yang ditanamkan hanya digunakan untuk proses produksi saja. kegiatan
investasi dalam realitanya tidak hanya dipergunakan untuk proses produksi,
tetapi juga pada kegiatan untuk membangun berbagai sarana dan prasarana yang
dapat menunjung kegiatan investasi.
Kriteria investasi digunakan untuk mengukur manfaat
yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan dari suatu proyek. Untuk mengetahui
kriteria tersebut, digunakan analisis finansial. Analisis finansial adalah
suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan
apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan &
Muhammad 2005). Analisis finansial terdiri dari:
1.Payback Period (Periode Pulang Pokok)
Menurut Abdul Choliq dkk (2004) payback period dapat
diartikan sebagai jangka waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan,
melalui keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek yang telah direncanakan.
Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2004) payback period adalah suatu periode
yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan
menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows).
Menurut Djarwanto Ps (2003) menyatakan bahwa payback
period lamanya waktu yang diperlukan untuk menutup kembali original cash
outlay.
Berdasarkan uraian dari beberapa pengertian tersebut
maka dapat dikatakan bahwa payback period dari suatu investasi menggambarkan
panjang waktu yang diperlukan agar dana yang tertanam pada suatu investasi
dapat diperoleh kembali seluruhnya. Analisis payback period dalam studi
kelayakan perlu juga ditampilkan untuk mengetahui seberapa lama usaha/proyek
yang dikerjakan baru dapat mengembalikan investasi.
Metode analisis payback period bertujuan untuk
mengetahui seberapa lama (periode) investasi akan dapat dikembalikan saat
terjadinya kondisi break even-point (jumlah arus kas masuk sama dengan jumlah
arus kas keluar). Analisis payback period dihitung dengan cara menghitung waktu
yang diperlukan pada saat total arus kas masuk sama dengan total arus kas
keluar. Dari hasil analisis payback period ini nantinya alternatif yang akan
dipilih adalah alternatif dengan periode pengembalian lebih singkat. Penggunaan
analisis ini hanya disarankan untuk mendapatkan informasi tambahan guna
mengukur seberapa cepat pengembalian modal yang diinvestasikan.
Rumus Payback Periode
Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya berbeda
Payback Period=n+(a-b)/(c-b) x 1 tahun
n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup
investasi mula-mula
a = Jumlah investasi mula-mula
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1
Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya sama
Payback Peiod=(investasi awal)/(arus kas) x 1 tahun
Periode pengembalian lebih cepat : layak
Periode pengembalian lebih lama : tidak layak
Jika usulan proyek investasi lebih dari satu,
maka periode pengembalian yang lebih cepat yang dipilih
Kelebihan dan Kelemahan Payback Period
a.Kelebihan
Metode payback period akan dengan mudah dan
sederhana bisa di hitung untuk mennentukan lamanya waktu pengembalian dana
investasi.
Memberikan informasi mengenai lamanya break even
project.
Bisa digunakan sebagai alat pertimbangan resiko
karena semakin pendek payback periodnya maka semakin pendek pula resiko
kerugiannya.
Dapat digunakan untuk membandingkan dua proyek
yang memiliki resiko dan rate of return yang sama dengan cara melihat jangka
waktu pengembalian investasi (payback period) apabila payback period-nya lebih
pendek itu yang dipilih.
b.Kelemahan
Metode ini mengabaikan penerimaan-penerimaan
investasi atau proceeds yang diperoleh sesudah payback periode tercapai.
Metode ini juga mengabaikan time value of money
(nilai waktu uang).
Tidak memberikan informasi mengenai tambahan
value untuk perusahaan.
Payback periods digunakan untuk mengukur
kecapatan kembalinya dana, dan tidak mengukur keuntungan proyek pembangunan
yang telah direncanakan.
2.Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio)
Benefit/Cost Ratio (B/C ratio) digunakan untuk
mengukur mana yang lebih besar, biaya yang dikeluarkan dibanding hasil (output)
yang diperoleh. Jika nilai B/C = 1, output yang dihasilkan sama dengan biaya
yang dikeluarkan. Jika nilai B/C < 1 dan B < C artinya output yang
dihasilkan lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan, dan sebaliknya. Umumnya
proposal investasi diterima jika B/C > 1, sebab output yang dihasilkan lebih
besar dari biaya yang telah dikeluarkan.
3.Net Present Value (NPV)
Untuk membuat hasil investasi lebih akurat, akan
lebih baik memperhitungkan nilai waktu dari uang. Karena bisa saja sebuah
proposal proyek, berdasarkan nilai nominal menghasilkan B/C > 1, namun
nilaisekarangnya sangat kecil. Melalui
net present value kita dapat langsung menghitung selisih nilai sekarang dari
biaya total dengan penerimaan total bersih. Suatu proposal akan diterima jika
NPV > 0, sebab nilai sekarang dari penerimaan total lebih besar daripada
nilai sekarang dari biaya total.
Manajemen Perusahaan HONGSUIN ingin membeli mesin
produksi untuk meningkatkan jumlah produksi produknya. Harga mesin produksi
yang baru tersebut adalah Rp150 juta dengan suku bunga pinjaman sebesar 12
persen per tahun. Arus kas yang masuk diestimasikan sekitar Rp50 juta per tahun
selama lima tahun.
Pertanyaannya, apakah rencana investasi pembelian
mesin produksi ini dapat dilanjutkan?
Internal Rate
of Return (IRR) adalah tingkat pengembalian nilai investasi, dihitung pada saat
NPV sama dengan nol. Keputusan menerima atau menolak rencana investasi
dilakukan berdasarkan hasil perbandingan IRR dengan tingkat pengembalian
investasi yang diinginkan (r).
Rumus yang dapat digunakan dalam IRR adalah:
Dimana:
P1 = nilai persentasi (i) yang menghasilkan NPV
positif
P2 = nilai persentasi (i) yang menghasilkan NPV
negatif
Dalam dunia
bisnis pastinya ada beberapa orang yang mengoperasikan kegiatan usaha agar
terus berjalan. Dan dari hal itu, bisnis juga memerlukan strategi, manajemen,
maupun sistem yang mempermudah orang-orang di dalamnya untuk bekerja secara
efektif dan sesuai tujuan yang dimiliki perusahaan. Dari banyaknya model bisnis
ada salah satu model yang terbukti efektif dan sering diterapkan itu adalah
bisnis model canvas.
A. DEFINITION OF A BUSSNINES MODEL ( DEFINISI
MODEL BISNIS )
Model bisnis
adalah suatu cara yang paling mudah dan sederhana untuk mengggambarkan bisinis
yang kita pikirkan. Biasanya model bisnis menggambarkan pemikiran tentang
bagaimana sebuah perusahaan menciptakan nilai-nilai sosial, ekonomi atau bentuk
nilai lainnya.
Model bisnis
juga merupakan salah satu inti utama dari perusahaan karena sebuah perusahaan
harus memiliki cara untuk mendapatkan profit yang digunakan untuk bertahan
hidup dan juga dapat digunakan untuk investasi jangka panjang.
B. THE BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)
Business Model
Canvas adalah sebuah strategi dalam manajemen yang berupa visual chart yang
terdiri dari 9 elemen untuk membantu perencanaan bisnis sebelum dibentuk. Dengan
kesembilan elemen ini, sebenarnya kita sudah bisa memvalidasi apakah satu ide
bisnis itu potensial atau tidak.
Konsep bisnis
model canvas mengandalkan gambar-gambar ide sehingga setiap orang memiliki
pemahaman yang sama dan riil terhadap tipe-tipe konsumen mereka, pengeluaran
biaya, cara kerja perusahaan dan sebagainya. Oleh karena itu, membuat bisnis
model canvas adalah hal paling awal yang biasanya dibutuhkan seorang pengusaha
pemula.
Model bisnis
ini pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang
berjudul Business Model Generation. Dalam buku tersebut, Alexander mencoba
menjelaskan sebuah framework sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen
penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis.
C. THE 9 BUILDING BLOCKS
Di dalam
bisnis model canvas, ada 9 elemen atau juga biasa di sebut blok penting yang
akan dibahas satu-persatu di bawah ini. 9 panduan ini penting untuk mengarahkan
kita dalam menentukan system kerja perusahaan sekaligus memeriksa apakah
aktivitas perusahaan sudah berjalan sesuai system. Berikut deskripsi dan
panduan mengisi secara mudah kesembilan blok yang ada dalam bisnis model canvas
:
1.Customer Segments
Elemen pertama
yang harus kita miliki dalam memulai business model canvas ini adalah menentukan
segmen pelanggan mana yang akan menjadi target bisnis kita. Bagian ini akan
menjelaskan siapa pelanggan potensial dari produk kita. Bisa juga berisi profil
orang yang memiliki masalah yang akan dipecahkan oleh bisnis kita. Untuk model
bisnis ecommerce yang berkembang sekarang ini, customer segment mencakup si
penjual barang dan pembeli.
2.Value Proposition
Elemen ini
merupakan penjelasan dan rincian dari
keunggulan produk, dan apa saja sebenarnya poin-poin yang bisa
mendatangkan manfaat yang ditawarkan perusahaan bagi target pelanggannya. Hal
ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menjabarkan kekuatan dan keunggulan yang
membedakan bisnis kita dengan bisnis yang lain, atau keunikan usaha kita
sendiri.
3.Channels
Chanel
merupakan alat atau media yang digunakan untuk pemasaran produk kita. Melalui
penggunaan channels atau alat pemasaran yang tepat, kita baru bisa menyampaikan
value propositions kepada customer segments. Misalnya, kita bisa memasarkan
bisnis lewat media sosial, brosur, website, dan lain-lainnya.
4.Customer Relationships
Jika channel
lebih banyak menjangkau orang yang belum tahu produk Anda, maka customer
relationship adalah kebalikannya. Kita harus tahu bagaimana cara bisnis kita
agar bisa terus keep in touch dengan para pelanggan. Maksudnya perusahaan kita
harus menjalin ikatan dengan pelanggannya secara intens. Bentuknya pun bisa
sangat beragam, mulai dari newsletter, layanan after sales, dan sejenisnya.
5.Revenue Streams
Revenue
streams ini merupakan bagian yang paling vital, di mana perusahaan atau usaha
memperoleh pendapatan dari pelanggan. Elemen ini harus dikelola semaksimal
mungkin untuk meningkatkan pendapatan bisnis. Jangan sampai ada bahan baku,
produk, atau kinerja yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu juga
sebagai bagian untuk mendatangkan keuntungan yang besar.
6.Key Resource
Key resource
atau sumber daya ini merupakan elemen dalam business model canvas yang
berisikan daftar sumber daya yang sebaiknya direncanakan dan dimiliki
perusahaan. Tujuannya untuk mewujudkan value proposition mereka. Semua jenis
sumber daya, mulai dari pengelolaan bahan baku, penataan sumber daya manusia,
dan penataan proses operasional harus kita perhatikan saat membuat model
bisnis. Sebab, hal ini akan berdampak pada jangka panjang di bisnis kita.
7.Key Activities
Key activities
ini merupakan semua aktivitas yang berhubungan dengan produktivitas bisnis, yang
ada kaitannya juga dengan sebuah produk. Dimana kegiatan utamanya adalah
menghasilkan proposisi nilai. Jadi, pada dasarnya, elemen ini menjelaskan bagaimana kita bisa menciptakan
value preposition perusahaan dengan melakukan beberapa aktivitas. Supaya produk
atau jasa kita lebih dikenal dan diterima banyak orang.
8.Key Partnership
Elemen ini
berfungsi untuk pengorganisasian aliran suatu barang atau layanan lainnya.
Posisi-posisi partner kunci tersebut bermanfaat untuk efisiensi dan efektivitas
dari key activities yang telah dibuat. Sederhananya dalam sebuah bisnis, kita membutuhkan
partner kerja yang mendukung perusahaan kita. Jika sampai saat ini kita belum
menemukan keunikan dari produk/jasa kita dikarenakan kurangnya networking, kita
membutuhkan partner kerja yang dapat membantu mencapai value proposition. Dalam
konteks bisnis, mitra bisa berupa supplier, vendor, agensi, dan sejenisnya.
9.Cost Structure
Elemen
terakhir yang juga tidak kalah pentingnya dengan kedelapan elemen lainnya yaitu
struktur pembiayaan bisnis atau cost structure. Mengelola biaya secara efisien
akan membuat bisnis yang dijalani menjadi lebih hemat dan bisa meminimalkan
risiko kerugian. Hal ini juga bisa menentukan proposisi nilai yang tepat untuk
pelanggan. Karena itu, pastikan kita membuat laporan keuangan yang tepat dan
sesuai untuk bisnis kita.
D. CONTOH BISNIS MODEL CANVAS BISNIS SEPATU
Berikut contoh BMC dari rencana
bisnis sosial OurShoes. Usaha OurShoes bertujuan untuk memproduksi dan menjual
beraneka ragam jenis sepatu. Berikut model bisnis canvasnya.
Manajemen merupakan suatu aktifitas yang berhubungan antara aktifitas satu dengan aktifitas lainnya. Aktifitas tersebut tidak hanya dalam hal mengelola orang-orang yang bekerja disuatu perusahaan, melainkan mencakup tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai sasaran melalui pemanfaatan sumber daya yang ada. Rangkaian aktifitas ini dinamakan proses manajemen, sedangkan orang yang memimpin dan mengatur proses manajemen disebut manajer. Dan bisa diartikan manajemen organisasi adalah rangkaian aktifitas dalam suatu tatanan atau struktur organisasi.
Manajemen Organisasi dalam Berwirausaha
Kewiraswastaan atau Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Atau secara sederhana wirausaha adalah usaha seseorang mempertunjukan ataupun menjual sesuatu yang menghasilkan timbal balik demi kelangsungan hidupnya.
Untuk mencapai dan menjaga tujuan serta mencapai efisiensi dan afektivitas dalam berwirausaha membutuhkan suatu manajemen organisasi. Dengan adanya majemen organisasi ini dapat mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan. Disamping itu manajer juga akan mudah untuk menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang harus mengerjakannya, siapa yang bertanggung jawab serta pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
Di sisi lain, manajemen organisasi dalam berwirausaha akan memperlancar jalannya suatu usaha bukan hanya untuk seorang manajer melainkan juga untuk orang lain . Karena seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional menjadi berkurang.
Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya pengangguran.